Conditional Sentence adalah kalimat yang menyatakan bahwa sesuatu akan terjadi/dilakukan jika suatu syarat/keadaan tertentu dipenuhi. Kalimat pengandaian terdiri atas dua bagian, yaitu main clause (induk kalimat) dan if clause (anak kalimat). Dalam if clause terkandung syarat-syarat yang harus dipenuhi agar keadaan seperti yang terkandung dalam main clause dapat terwujud. Conditional Sentence atau kalimat pengandaian terdiri dari dua jenis yaitu real condition (nyata) dan unreal/contrary to fact (tidak nyata).
Sabtu, 19 Maret 2016
Conditional Tipe 3/Type 3 Conditional
Conditional tipe 3 digunakan untuk menyatakan syarat atau kondisi di waktu lampau yang tidak terjadi. Bentuk ini sering digunakan untuk menyatakan kritik atau penyesalan dengan would have, could have, atau should have.
Conditional Tipe 2/Type 2 Conditional
Conditional tipe 2 digunakan untuk menyatakan situasi atau keadaan yang tidak menurut kenyataan atau bersifat khayal di waktu sekarang atau akan datang. Tidak didasarkan pada fakta dan menunjuk kepada syarat/kondisi tak mungkin dan hasilnya mungkin.
Rumus :
Tense : Past
If clause : If + S + V2
Main clause : S + would + V2
Fakta : present
Contoh :
-If I won the lottery, I would buy a new house. (Jika aku memenangkan lotere, aku akan membeli rumah yang baru.)
Rumus :
Tense : Past
If clause : If + S + V2
Main clause : S + would + V2
Fakta : present
Contoh :
-If I won the lottery, I would buy a new house. (Jika aku memenangkan lotere, aku akan membeli rumah yang baru.)
Conditional Tipe 1/Type 1 Conditional
Conditional tipe 1 digunakan untuk menyatakan situasi atau kedaan yang mungkin terjadi, menunjuk pada syarat dan hasilnya yang mungkin.
Kamis, 17 Maret 2016
Zero Conditional
Zero conditional digunakan untuk menyatakan kebenaran-kebenaran umum dan fakta-fakta yang biasanya berupa kebenaran ilmiah.
Rumus :
Tense : simple present
If clause : If + S + simple present
Main clause : S + Simple present
Fakta : sekarang atau selalu
If clause : If + S + simple present
Main clause : S + Simple present
Fakta : sekarang atau selalu
Contoh :
- If i heat water to 100 c, it boils. (Jika saya memanaskan air sampai 100 c, ia akan mendidih.)
- If i heat water to 100 c, it boils. (Jika saya memanaskan air sampai 100 c, ia akan mendidih.)
- Water boils if i heat it to 100 c. (Air akan mendidih jika saya memanaskan sampai 100 c.)
Struktur kalimat zero conditional juga sering digunakan untuk memberikan perintah, dengan menggunakan kalimat perintah dalam induk kalimat.
Contoh :
- If Budi phones, tell him to meet me at the cinema. (Jika Budi menelepon, katakan padanya untuk menemuiku di bioskop.)
- If Budi phones, tell him to meet me at the cinema. (Jika Budi menelepon, katakan padanya untuk menemuiku di bioskop.)
Catatan : When dapat digunakan sebagai pengganti if pada zero conditional.
Langganan:
Postingan (Atom)